Kamis, 01 Oktober 2015

CERITA TENTANG RATNA TEMAN SAYA

Cerita tentang Ratna teman saya. 

Cerita ini adalah cerita tentang Ratna (bukan nama 

sebenarnya), teman saya waktu masih di SMA di 

Yogyakarta. Ratna adalah anak alim dan manis sekali 

yang bersekolah disatu SMA putri. Saya kebetulan 

berkenalan dengan dia karena kami sering bertemu di 

kegiatan olah raga. Saya senang sekali berteman dengan 

Ratna karena anaknya sangat pendiam dan obrolannya 

selalu bermutu. 

Selain itu ternyata Ratna selalu menjadi juara kelas 

walaupun dia selalu rendah diri. Saya sendiri tidak 

terlalu hebat di SMA, oleh karena itu suatu hari saya 

minta untuk bisa belajar dengan dia. Kami sama-sama 

dijurusan IPA (science) walaupun sebenarnya Ratna 

ingin belajar tentang sejarah. Kami belajar 

bersama-sama mati-matian untuk bisa lulus SMA dengan 

nilai yang bagus dan bisa masuk ke perguruan tinggi 

negeri. 

Seperti biasa, Ratna ternyata lulus dengan menjadi 

juara satu dari SMAnya dan saya ya lulus juga walaupun 

nilainya tidak terlalu bagus. Selama liburan setelah 

ujian masuk ke perguruan tinggi, saya sering bertemu 

dengan Ratna walaupun kami bukannya 'pacaran'. Ratna 

sangat pemalu, oleh karena itu dia senang saya temani 

pergi ke bioskop ataupun makan gudeg di Malioboro. 

Tidak pernah kami jatuh cinta, tetapi memang 

menyenangkan mempunyai teman yang bisa diajak 

berbicara tentang banyak hal yang menarik tentang 

kultur ataupun sejarah dunia. 

Entah mengapa suatu hari dia tiba-tiba dia bertanya, 

"Harris, apakah menurut kamu keperawanan itu penting 

?" Wah, saya sempat menjadi kelabakan karena saya 

tidak menduga bahwa ada anak perempuan yang bertanya 

seperti itu. Walaupun saya sendiri masih perjaka waktu 

itu, saya berpendapat bahwa keperawanan tidaklah 

terlalu penting oleh karena itu saya jawab, "Ratna, 

secara pribadi saya rasa problemnya bukan dari 

keperawanan atau tidak. Nilai wanita itu ada dihatinya 

dan bukan di selaput daranya". 

Dia diam termenung saja, oleh karena itu saya tanya 

mengapa dia bertanya tentang hal itu. Dia hanya diam 

saja dan memandang saya dengan lama sebelum berkata, 

"Harris, saya mau ngomong tentang satu rahasia tentang 

saya, janjilah bahwa kamu tidak akan mengatakannya 

kepada orang lain". Saya berjanji bahwa saya tidak 

akan cerita ini kepada siapapun. Hari ini saya akan 

membongkar rahasianya tanpa mengatakan siapa 

sebenarnya Ratna itu kepada anda semua. Saya rasa 

sekarang kerahasiaannya sudah bukan lagi menjadi 

masalah oleh karena itu saya akan ceritakan kepada 

anda supaya anda tahu betapa beratnya kehidupan 

beberapa wanita yang tidak perawan lagi. 

"Saya tidak perawan", kata Ratna dengan suara yang 

sedih dan hampir saja dia menangis. Saya hanya bisa 

menaruh tanganku diatas tangannya dan berkata, "Jangan 

menangis, sampai sekarang saya kenal kamu sebagai anak 

perempuan yang kuat sekali. Saya yakin kamu bisa 

mengatasi kesulitan ini". Saya hanya bisa ngomong 

saja, padahal saya sendiri bingung bagaimana Ratna 

akan bisa diterima oleh anak laki-laki Indonesia yang 

kebanyakan selalu menuntut keperawanan calon istrinya. 

Sebelum saya tanya mengapa dia sampai tidak perawan 

lagi, saya hanya bisa bilang bahwa sebaiknya dia tidak 

bercerita tentang hal ini kepada siapapun juga. 

Kebetulan dia bercerita kepada saya dan walaupun saya 

tidak lagi ke mesjid ataupun ke gereja, saya masih 

agak mempunyai hati nurani. "Janganlah cerita ini 

kesiapapun lagi, jangan-jangan malah kamu akan jatuh 

kemulut buaya". Dia hanya mengangguk. 

Setelah kesedihannya mulai meluntur, saya bertanya 

mengapa dia sampai tidak perawan lagi. "Saya diperkosa 

oleh paman saya waktu dia tinggal dirumah kami. Saya 

waktu itu berumur masih sepuluh tahun dan saya tidak 

mengerti apa yang terjadi". Waduh ! Saya jadi trenyuh 

sekali. "Ini terjadi sampai selama satu tahun, sampai 

suatu hari paman saya harus pindah ke Medan. Selama 

itu malam-malam sering dia masuk kamar dan memperkosa 

saya". "Dia mengancam saya supaya tidak bilang apa-apa 

kepada orang tua. Saya masih kecil waktu itu dan saya 

ketakutan", katanya dengan sedih. 

Ratna akhirnya tidak pernah bilang apa-apa kepada 

orang tuanya, waktu dia mulai puber dan mengerti apa 

yang sebenarnya terjadi dia sempat hampir ingin bunuh 

diri. Saya mulai mengerti mengapa Ratna begitu 

pendiamnya dan selalu ingin bertarung untuk menjadi 

nomer satu di sekolah ataupun di 

pertandingan-pertandingan olah raga. Ternyata dia 

ingin mengatasi masalah mindernya terhadap anak-anak 

lainnya. 

Wah, rahasia ini memang luar biasa beratnya. Kami 

masih sering bertemu sejak hari itu, juga setelah dia 

masuk jurusan sejarah di universitas. Saat itu dia 

masih selalu cantik tetapi tidak pernah dia menerima 

teman laki-laki karena selalu ketakutan. Suatu hari, 

saya berbincang-bincang lagi dengan dia. Saya sempat 

berkata, 'Ratna, mungkin kebahagiaan kamu ada di 

seberang lautan. Mungkin jodohmu tidak disini'. Saya 

berkata ini hanya untuk ngomong saja dan tidak serius. 

Saya tidak menyangka bahwa suatu hari Ratna berangkat 

ke Belanda setelah mendapat beasiswa dari Erasmus 

Huis. 

Berita terakhir yang saya dapat dari orang tuanya 

adalah bahwa dia akhirnya menikah dengan orang Belanda 

dan tinggal disana. Saya senang bahwa akhirnya Ratna 

bisa keluar dari penderitaannya yang berlarut-larut. 

Saya hanya bisa mengharap supaya Ratna hidup 

berbahagia disana, lepas dari belenggu masa lalunya. 

Seandainya Ratna (bukan nama sebenarnya) membaca 

cerita ini, saya yakin dia tahu siapa sebenarnya saya 

ini walaupun 'Harris Chandra' bukan nama saya yang 

sebenarnya. Berilah kabar untuk saya, saya akan senang 

mendengar bahwa kamu hidup berbahagia di negara orang 

seperti saya. 

Sekarang saya sedang bertanya-tanya berapakah ada 

kasus yang mirip kasusnya Ratna ? Berapakah banyaknya 

wanita Indonesia yang diperkosa tetapi diam saja untuk 

menutupi 'aibnya' ? Apakah ada catatan tentang 

kasus-kasus seperti ini ? Pertanyaan pertanyaan ini 

tidak akan pernah terjawab. 

Lain kali saya akan cerita tentang Wati, anak 

perempuan dari SMA negeri yang cantik dan pandai 

tetapi terpaksa meninggalkan bangku sekolah karena 

jatuh hamil.

0 komentar:

Posting Komentar

By :
Free Blog Templates